Sabtu, 07 April 2012

It's me -_-

Di datarkan oleh kata-kata yang sungguh tak ingin aku dapatkan...
Ketika lelah oleh jalan yang kau tujukan kepadaku,
sungguh...
Aku tak tau harus megatakannya kpd mu,
atau entah kepada siapa.

Tersadar akan kenyataan yang ternyata,
menyentak seluruh perasaku

Sungguh.....
Demi apapun yang terlihat,
Bukan jalan seperti ini yang aku lihat sebelumnya...

iyaaa,,
kesadaran penuh yang tak ingin aku raih.

Senin, 23 Januari 2012

PERINGKAT UNIVERSITAS DUNIA 2012 Versi 4ICU


Senin, 09 Januari 2012 | [2061 Dibaca]

PERINGKAT UNIVERSITAS DUNIA 2012 Versi 4ICU

Belum lama ini, 4 International Colleges & Universities (4ICU) merilis kembali peringkat perguruan tinggi dunia edisi Januari 2012. Pada edisi ini jumlah perguruan tinggi yang terlibat sebanyak 11.000, tersebar dalam 200 negara. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan popularitas situs perguruan tinggi, yang memenuhi kriteria berikut:
  1. Merupakan perguruan tinggi yang dikenal memiliki lisensi atau akreditasi dari pemerintah dan atau lembaga pemberi akreditasi
  2. Menyelenggarakan program pendidikan strata 1, 4 tahun, strata 2 dan strata 3.
  3. Menyelenggarakan model pendidikan tradisional face-to-face learning facilities, programs and courses.
 Berbeda dengan edisi sebelumnya, peringkatan edisi Januari 2012 berdasarkan sebuah algoritma yang terdiiri dari 3 unbiased dan metrics web independen, dari 3 mesin pencari yang berbeda, yaitu:
  1. Google Page Rank
  2. Alexa Traffic Rank
  3. Majestic Seo Referring Domains 
Parameter ketiga, merupakan parameter terbaru menggantikan Yahoo Inbound Link yang telah digunakan sejak edisi pertama. Pengambilan data dan pengukuran dilakukan pada hari yang sama untuk menghindari adanya bias.
Hasil pemeringkatan dirilis setiap semester, yaitu pada Januari dan Juli. Pada edisi kali ini, lima besar dunia ditempati oleh MIT, Stanford University, Harvard University, University California Barkeley, dan The University of Texas at Austin, sepuluh besar dunia masih didominasi oleh Amerika Serikat, sedangkan untuk regional Asia, China masih mendominasi. Tiga PT Indonesia yang masuk 100 besar Asia adalah ITB pada posisi 16, UI pada posisi 28, dan UGM pada posisi 45.
Pada edisi kali ini jumlah perguruan tinggi Indonesia yang dinilai mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang awalnya hanya ada 154 perguruan tinggi menjadi 318 perguruan tinggi. Peringkat nasional masih dipimpin oleh ITB, UI, dan UGM, masing diperingkat pertama, kedua dan ketiga. Berikut disajikan dua puluh peringkat nasional dalam 2 edisi terakhir sebagai berikut:
NO NAMA PERGURUAN TINGGI  JULI 2011JAN 2012 
1ITB  11 
2UI 32 
3 UGM 23 
4 UNIV GUNADARMA 54 
5 UPI 85 
6 UNDIP 66 
7 UNIV SEBELAS MARET 97 
8 ITS  78 
9 UNAIR  239 
10 IPB  410 
11USU  1011 
12 UNPAD  1212 
13 UII  1813 
14UNBRAW 1314 
15 UNIV MERCU BUANA  1715 
16 UMY  1116 
17 UNIV KRISTEN PETRA  1517 
18 UNIVERSITAS SRIWIJAYA  2018 
19 UNIV SURABAYA  3219 
20 UMM  1420 




source : http://www.unsri.ac.id/?act=info_detil&id=288

Selasa, 17 Januari 2012

Risalah Hati

Hidupku cintaku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Ku harus milikimu...




Aku bisa membuatmu
Jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
beri sedikit waktu 
biar cinta datang karena telah terbiasa




Simpan mawar yang kuberi
mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku Sebelum kau robek hatiku

Pupus

Aku tak mengerti
Apa yang ku rasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau tak'kan pernah tahu

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu
Diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru ku sadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Semoga waktu akan mengilhami 
sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kau pun mau

Aku mencintaimu
Lebih dari yang kau tahu
Meski kau tak'kan pernah tahu 
























Jumat, 13 Januari 2012

Kurikulum Ilmu Komputer Universitas Diponegoro


Kurikulum Ilmu Komputer Universitas Diponegoro

Semester 1

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.MPK103  Bahasa Indonesia3-
2.MSN104  Bahasa Inggris3-
3.MSN107  Statistika2-
4.MWU110  Teknologi Informasi2-
5.PAC100  Matematika I3-
6.PAC102  Matriks dan Transformasi Linier3-
7.PAC114  Pemrograman Web3-
8.PAC160  Logika Informatika3-

Semester 2

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.MBB106  Ilmu Sosial dan Budaya Dasar3-
2.MPK101  Pendidikan Agama3-
3.MPK102  Pendidikan Kewarganegaraan3-
4.MWU108  Olah Raga0-
5.PAC101  Matematika Diskrit3-
6.PAC110  Algoritma Pemrograman3-
7.PAC140  Rangkaian Digital3-
8.PAC200  Matematika II3Matematika I

Semester 3

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.PAC103  Metode Numerik3-
2.PAC111  Struktur Data3Algoritma Pemrograman
3.PAC121  Pengolahan Citra Digital3Matriks dan Transformasi Linier
4.PAC130  Rekayasa Perangkat Lunak3-
5.PAC141  Organisasi dan Arsitektur Komputer3Rangkaian Digital
6.PAC170  Basis Data3-
7.PAC171  Sistem Berkas3-

Semester 4

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.MWU109  Kewirausahaan2-
2.PAC104  Teori Bahasa dan Automata3-
3.PAC112  Pemrograman Fungsional3-
4.PAC131  Proyek Perangkat Lunak3Rekayasa Perangkat Lunak
5.PAC142  Sistem Operasi3Organisasi dan Arsitektur Komputer
6.PAC150  Sistem Informasi Manajemen3-
7.PAC172  Sistem Basis Data3Basis Data

Semester 5

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.PAC105  Analisis Algoritma3-
2.PAC113  Pemrograman Berorientasi Objek3Struktur Data
3.PAC132  Manajemen Proyek Perangkat Lunak3Rekayasa Perangkat Lunak
4.PAC143  Jaringan Komputer3Sistem Operasi
5.PAC151  Interaksi Manusia dan Komputer2-
6.PAC161  Kecerdasan Buatan3Logika Informatika
7.PAC191  Kuliah Kerja Lapangan1-
8.PAC193  Metodologi Penelitian2-

Semester 6

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.PAC115  Pemrograman Internet3-
2.PAC152  Sosioteknologi Informasi3-
3.PAC153  Sistem Pendukung Keputusan2-
4.PAC192  Praktek Kerja Lapangan2-

Semester 7

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.PAC199  Tugas Akhir I2-

Semester 8

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.MWU111  Kuliah Kerja Nyata3-
2.PAC299  Tugas Akhir II4-

Kuliah Pilihan

NoKodeNama Mata KuliahSKSPrasyarat
1.MPU112  Standardisasi3-
2.PAC106  Teknik Simulasi3-
3.PAC107  Information Retrieval3-
4.PAC108  Riset Operasi3-
5.PAC109  Komputasi Paralel3-
6.PAC116  Pemrograman Konkuren3-
7.PAC117  Pemrograman Berorientasi Aspek3-
8.PAC118  Konsep Bahasa Pemrograman3-
9.PAC122  Pengenalan Pola3-
10.PAC123  Grafika Komputer3-
11.PAC124  Teknik Kompilasi3-
12.PAC125  Kriptografi3-
13.PAC126  Computer Vision3-
14.PAC133  Pengujian Perangkat Lunak3-
15.PAC134  Rekayasa Ulang Sistem3-
16.PAC135  Sistem Waktu Nyata3-
17.PAC136  Analisis dan Perancangan Sistem3-
18.PAC137  Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek3-
19.PAC138  Extreme Programming3-
20.PAC139  Mobile Application3-
21.PAC144  Keamanan Jaringan3-
22.PAC145  Interfacing3-
23.PAC146  Embedded System3-
24.PAC147  Sistem Terdistribusi3-
25.PAC154  Sistem Informasi Geografis3-
26.PAC155  Electronic Commerce3-
27.PAC156  Enterprise Resource Planning3-
28.PAC157  Sistem Multimedia3-
29.PAC158  Audit Sistem Informasi3-
30.PAC162  Sistem Berbasis Pengetahuan3-
31.PAC163  Logika Fuzzy3-
32.PAC164  Jaringan Syaraf Tiruan3-
33.PAC165  Algoritma Genetika3-
34.PAC166  Pembelajaran Mesin3-
35.PAC167  Sistem Pakar3-
36.PAC168  Representasi Pengetahuan3-
37.PAC173  Teknologi Basis Data3-
38.PAC174  Data Warehouse3-
39.PAC175  Data Mining3-
40.PAC176  Basis Data Non Relasional3-
41.PAC177  Basis Data Terdistribusi3-
42.PAC194  Topik Khusus3-




Kamis, 05 Januari 2012

Siapa Mau Tarif Telepon Naik 40 Kali Lipat?
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

ilustrasi (ist.)
Jakarta - Harga lisensi dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi telekomunikasi di Indonesia diklaim terlalu murah dibanding negara lain. Indonesia pun dinilai berpotensi kehilangan pendapatan negara hampir Rp 350 triliun.

Asumsi tersebut diutarakan oleh Center for Indonesian Telecommunications Regulation Study (Citrus). Tak pelak, pendapat itu langsung dibantah oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

BRTI menilai kebijakan untuk menahan harga frekuensi agar tak terlalu tinggi adalah wajar. Sebab, biaya frekuensi yang terlalu tinggi akan membebani industri, menghambat pengembangan layanan, dan menyebabkan tarif telekomunikasi yang diterima masyarakat jadi mahal.

"Jika mengikuti hitungan Citrus, dimana BHP frekuensi harus naik sekitar 40 kali lipat dari sekarang, maka semua kenaikan akan ditransfer ke konsumen," jelas anggota BRTI Heru Sutadi kepada detikINET, di Jakarta, Kamis (5/1/2012).

Sebelumnya, Direktur Citrus Asmiati Rasyid memaparkan bahwa pemerintah telah menjual spektrum frekuensi dengan harga yang terlalu murah dan berpotensi menyebabkan kerugian cukup besar bagi pendapatan negara.

Dalam paparannya, lembaga ini membandingkan harga per blok frekuensi 3G di Indonesia dengan India, dimana harga satu blok di Indonesia hanya Rp 160 miliar, sedangkan di India dihargai Rp 31,14 triliun. Citrus pun mengusulkan harga satu blok 3G di Indonesia dinaikkan jadi Rp 5 triliun.

Anggota BRTI M Ridwan Effendi mengaku heran dan mempertanyakan hasil studi tersebut yang dinilainya tidak relevan dan kurang teliti. Sebab, kata dia, perbandingan yang dilakukan tidak "apple to apple".

"Di India hanya sekali bayar di depan. Sementara di kita kan bayarnya annually alias tahunan selama 10 tahun, ya wajar saja kalau ada anggapan lebih mahal atau lebih murah," kata dia.

Lebih jauh ia memaparkan, di India, total spektrum 3G harganya USD 3 miliar atau Rp 27 triliun sekali bayar di depan. Sedangkan di Indonesia, untuk 10 kanal 3G, harganya sekitar Rp 35,2 triliun untuk waktu pakai 20 tahun dengan sekali perpanjangan. 

"Itu belum termasuk dua kanal lagi yang akan dilelang. Belum termasuk faktor BI rate dan index populasi. Akan jadi lebih mahal ternyata. Tapi kalau ditotal keseluruhan, kira-kira imbanglah, antara yang dibayar tahunan dengan yang sekali bayar jika dilihat dari net present value-nya," papar Ridwan.

Sementara menurut Heru Sutadi, jika pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pungutan tarif dan biaya frekuensi seperti di India, maka dampaknya akan sangat terasa bagi masyarakat.

"Tarif telepon yang rata-rata Rp 600 per menit akan naik jadi Rp 24.000 per menit. SMS dari rata-rata Rp 150 akan jadi Rp 6.000. Dan layanan data yang saat ini rata-rata Rp 100 ribu per bulan akan jadi Rp 4 juta per bulan," kata dia.

Selain itu, kenaikan biaya frekuensi juga akan berimbas pada target lain yang dicanangkan pemerintah. "Dampaknya besar, target MP3EI tidak tercapai. komitmen WSIS tidak tercapai. Bahkan telko dan internet jadi elitis. Tidak lagi jadi enabler pembangunan karena sudah tidak terjangkau oleh masyarakat," sesalnya.

source:  http://www.detikinet.com/read/2012/01/05/135638/1807398/328/siapa-mau-tarif-telpon-naik-40-kali-lipat